saudara+saudari,
sanggup kah kita mengorbankan waktu untuk melayani Tuhan??
sedangkan kita masih d usia muda
masih mempunyai keinginan daging yang kuat. masih mengejar cita-cita, keseronokan dan kebebasan sebagai seorang remaja. sungguh merugikan bila kita tidak menikmati saat remaja ini semntara usia masih muda..
DULU,
saya jg berfikir seperti itu saya ingin mengejar cita-cita lalu memiliki kewangan yang kukuh. baru saya akan mula melayani Tuhan.tetapi seorang rakan berkata kepada saya
" kamu panggilan melayani, jangan risau tntang masa dpan,
dunia sementara kerajaan Allah berkekalan."
lalu saya mulai faham saya sangat mengejar dunia yang sementara sehingga saya lupa bahwa ada kerajaan yang berkekalan yang perlu saya miliki. saya harus mengorban kan keseronokan dunia yang sementara ini untuk kehidupan yang lebih kekal. saya teringat lirik lagu "hati sebagai hamba"
ku tak membawa, apapun jua
saat ku datang kedunia
ku tinggal semua pada akhirnya
saat ku kembali ke surga
benar. saya datang kedunia tanpa membawa apa-apa dan mengapa saya harus mengejar sesuatu yang saya tidak akan bawa bila saya kembali ke surga?? saya harus rela mengorbankan masa-masa saya berseronok untuk melayani Tuhan. layani Dia dalam sgala keadaan (melibatkan diri dengan pelayanan, baik puji-pujian dan penyembahan mahupun pelayanan Doa)
tentu saudara berpikir dalam hati (jadi sya tidak perlu berkerja+bersekolah)
Tidak!! kita harus menerusakan kehidupan kita sebagai manusia yang berkerja dan bersekolah tetapi dalam masa yang sama kita harus mendahulukan Tuhan, korbankan masa kita berseronok untuk mendekat dengan Tuhan, berdoa dan membaca firman-Nya.
::kita boleh menonton movie sampai tengah malam mengapa kita tidak boleh berdoa kepada Tuhan sampai lewat malam??
dekatkan diri kita dengan Allah melalui Doa.
berDoa dan berjaga-jaga lah sebab musuh mencuri hati kita saat kita jauh kan diri dari Allah
cari lah kerajaan Allah sementara masih sempat..
bekerja+belajar seolah-olah hidup masih panjang tetapi beribah kepada Allah seolah-olah ESOK saat terakhir hidup kita